Tuesday, February 24, 2026

Wifi

 

Pengertian MikroTik

MikroTik adalah perusahaan sekaligus sistem operasi jaringan yang digunakan untuk mengelola jaringan komputer. MikroTik berasal dari negara Latvia dan didirikan pada tahun 1996 oleh MikroTik. MikroTik banyak digunakan oleh administrator jaringan untuk membuat, mengatur, dan mengelola jaringan internet, baik dalam skala kecil maupun besar.

MikroTik memiliki sistem operasi khusus yang disebut RouterOS, yang dapat mengubah komputer atau perangkat khusus menjadi sebuah router yang lengkap dan powerful.


Fungsi MikroTik

Berikut beberapa fungsi utama MikroTik dalam jaringan komputer:

  1. Sebagai Router
    MikroTik digunakan untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih dan mengatur lalu lintas data antar jaringan.

  2. Manajemen Bandwidth
    MikroTik dapat mengatur kecepatan internet untuk setiap pengguna agar penggunaan internet lebih stabil dan merata.

  3. Sebagai Access Point
    MikroTik dapat digunakan untuk memancarkan sinyal Wi-Fi agar perangkat lain dapat terhubung ke jaringan.

  4. Firewall (Keamanan Jaringan)
    MikroTik dapat melindungi jaringan dari akses yang tidak diizinkan atau serangan dari luar.

  5. Hotspot Server
    MikroTik dapat digunakan untuk membuat sistem login hotspot seperti di sekolah, kampus, atau tempat umum.


Cara Kerja MikroTik

Cara kerja MikroTik adalah dengan mengatur lalu lintas data jaringan melalui RouterOS. MikroTik akan menerima data dari internet, lalu mengatur dan mendistribusikannya ke perangkat lain sesuai dengan konfigurasi yang telah dibuat.

Alur kerja MikroTik:

  1. MikroTik terhubung ke internet dari ISP.

  2. MikroTik menerima data internet.

  3. MikroTik mengatur dan mengontrol distribusi data.

  4. Perangkat seperti komputer dan smartphone dapat terhubung ke jaringan.


Jenis MikroTik

1. MikroTik RouterOS

RouterOS adalah sistem operasi yang diinstal pada komputer untuk menjadikannya router.

2. MikroTik RouterBoard

RouterBoard adalah perangkat keras khusus yang sudah memiliki RouterOS dan siap digunakan sebagai router.


Kelebihan MikroTik

  • Konfigurasi lengkap dan fleksibel

  • Dapat digunakan untuk jaringan kecil maupun besar

  • Harga lebih terjangkau dibanding router lain

  • Memiliki banyak fitur seperti firewall, hotspot, dan bandwidth management

  • Mudah dikonfigurasi menggunakan aplikasi Winbox


Contoh Penggunaan MikroTik

  • Jaringan sekolah

  • Jaringan kantor

  • Warnet (Warung Internet)

  • Hotspot Wi-Fi publik

  • Jaringan rumah


Kesimpulan

MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola dan mengatur jaringan komputer. MikroTik memiliki banyak fungsi seperti router, hotspot, firewall, dan manajemen bandwidth. Dengan fitur yang lengkap dan harga yang terjangkau, MikroTik menjadi salah satu solusi terbaik untuk membangun dan mengelola jaringan komputer secara efisien dan aman.

MikroTik

 

Pengertian MikroTik

MikroTik adalah perusahaan sekaligus sistem operasi jaringan yang digunakan untuk mengelola jaringan komputer. MikroTik berasal dari negara Latvia dan didirikan pada tahun 1996 oleh MikroTik. MikroTik banyak digunakan oleh administrator jaringan untuk membuat, mengatur, dan mengelola jaringan internet, baik dalam skala kecil maupun besar.

MikroTik memiliki sistem operasi khusus yang disebut RouterOS, yang dapat mengubah komputer atau perangkat khusus menjadi sebuah router yang lengkap dan powerful.


Fungsi MikroTik

Berikut beberapa fungsi utama MikroTik dalam jaringan komputer:

  1. Sebagai Router
    MikroTik digunakan untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih dan mengatur lalu lintas data antar jaringan.

  2. Manajemen Bandwidth
    MikroTik dapat mengatur kecepatan internet untuk setiap pengguna agar penggunaan internet lebih stabil dan merata.

  3. Sebagai Access Point
    MikroTik dapat digunakan untuk memancarkan sinyal Wi-Fi agar perangkat lain dapat terhubung ke jaringan.

  4. Firewall (Keamanan Jaringan)
    MikroTik dapat melindungi jaringan dari akses yang tidak diizinkan atau serangan dari luar.

  5. Hotspot Server
    MikroTik dapat digunakan untuk membuat sistem login hotspot seperti di sekolah, kampus, atau tempat umum.


Cara Kerja MikroTik

Cara kerja MikroTik adalah dengan mengatur lalu lintas data jaringan melalui RouterOS. MikroTik akan menerima data dari internet, lalu mengatur dan mendistribusikannya ke perangkat lain sesuai dengan konfigurasi yang telah dibuat.

Alur kerja MikroTik:

  1. MikroTik terhubung ke internet dari ISP.

  2. MikroTik menerima data internet.

  3. MikroTik mengatur dan mengontrol distribusi data.

  4. Perangkat seperti komputer dan smartphone dapat terhubung ke jaringan.


Jenis MikroTik

1. MikroTik RouterOS

RouterOS adalah sistem operasi yang diinstal pada komputer untuk menjadikannya router.

2. MikroTik RouterBoard

RouterBoard adalah perangkat keras khusus yang sudah memiliki RouterOS dan siap digunakan sebagai router.


Kelebihan MikroTik

  • Konfigurasi lengkap dan fleksibel

  • Dapat digunakan untuk jaringan kecil maupun besar

  • Harga lebih terjangkau dibanding router lain

  • Memiliki banyak fitur seperti firewall, hotspot, dan bandwidth management

  • Mudah dikonfigurasi menggunakan aplikasi Winbox


Contoh Penggunaan MikroTik

  • Jaringan sekolah

  • Jaringan kantor

  • Warnet (Warung Internet)

  • Hotspot Wi-Fi publik

  • Jaringan rumah


Kesimpulan

MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola dan mengatur jaringan komputer. MikroTik memiliki banyak fungsi seperti router, hotspot, firewall, dan manajemen bandwidth. Dengan fitur yang lengkap dan harga yang terjangkau, MikroTik menjadi salah satu solusi terbaik untuk membangun dan mengelola jaringan komputer secara efisien dan aman.

Access Point (AP)


Pengertian Access Point (AP)

Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat nirkabel (wireless) seperti laptop, smartphone, dan tablet ke jaringan lokal (LAN) menggunakan teknologi Wi-Fi. Access Point berfungsi sebagai titik akses yang memungkinkan perangkat tanpa kabel untuk terhubung ke jaringan dan mengakses internet.

Access Point biasanya digunakan di rumah, sekolah, kantor, dan tempat umum seperti kafe atau bandara untuk menyediakan koneksi internet secara nirkabel. Teknologi ini dikembangkan dan distandarisasi oleh organisasi seperti Wi‑Fi Alliance agar perangkat dari berbagai merek dapat saling terhubung.


Fungsi Access Point

Berikut beberapa fungsi utama Access Point:

  1. Menghubungkan perangkat wireless ke jaringan
    Access Point memungkinkan perangkat seperti laptop dan smartphone terhubung ke jaringan tanpa menggunakan kabel.

  2. Memperluas jangkauan jaringan
    Access Point dapat memperluas jangkauan jaringan Wi-Fi sehingga area yang lebih luas dapat tercover sinyal internet.

  3. Sebagai pusat koneksi wireless
    Access Point bertindak sebagai pusat komunikasi antara perangkat wireless dan jaringan kabel.

  4. Meningkatkan fleksibilitas jaringan
    Pengguna dapat berpindah tempat tanpa harus kehilangan koneksi internet selama masih dalam jangkauan Access Point.


Cara Kerja Access Point

Access Point bekerja dengan cara menerima koneksi dari jaringan kabel (LAN) lalu memancarkan sinyal wireless. Perangkat seperti laptop atau smartphone akan menangkap sinyal tersebut dan terhubung ke jaringan.

Alur kerjanya sebagai berikut:

  1. Access Point terhubung ke router menggunakan kabel LAN.

  2. Access Point memancarkan sinyal Wi-Fi.

  3. Perangkat wireless menangkap sinyal tersebut.

  4. Perangkat dapat mengakses jaringan dan internet melalui Access Point.


Jenis-Jenis Access Point

1. Access Point Standalone

Access Point jenis ini berdiri sendiri dan biasanya digunakan untuk jaringan kecil seperti rumah atau kantor kecil.

2. Access Point Controller-Based

Access Point ini dikontrol oleh sistem pusat (controller) dan biasanya digunakan di jaringan besar seperti kampus atau perusahaan.

3. Access Point Indoor

Digunakan di dalam ruangan seperti rumah, sekolah, atau kantor.

4. Access Point Outdoor

Digunakan di luar ruangan dan memiliki jangkauan yang lebih luas serta tahan terhadap cuaca.


Contoh Perangkat Access Point

Beberapa perusahaan yang memproduksi Access Point antara lain:

  • Cisco

  • TP‑Link

  • Ubiquiti

  • MikroTik


Kelebihan Access Point

  • Memudahkan koneksi tanpa kabel

  • Memperluas jangkauan jaringan

  • Memungkinkan banyak perangkat terhubung

  • Fleksibel dan mudah digunakan


Kesimpulan

Access Point merupakan perangkat penting dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menyediakan koneksi wireless ke jaringan lokal dan internet. Dengan menggunakan Access Point, pengguna dapat terhubung ke jaringan tanpa menggunakan kabel dan dapat mengakses internet dengan mudah. Access Point banyak digunakan di rumah, sekolah, kantor, dan tempat umum karena memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan efisiensi dalam penggunaan jaringan.

Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

 

1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah

Wednesday, February 4, 2026

Praktikum Splicing Kelompok 6

 Anggota kelompok 6: Darrel Dafa Nugraha(9)
                                    Ahmad Khamim(3)


Perhatikan langkah-langkah Splicing kabel Fiber Optik:

 

Siapkan alat dan bahan:
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
7. Fusion Splicer
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector 
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering
5. Sleeve




Langkah-Langkah:

1. Persiapkan Kabel (Strip & Bersihkan Fiber)





2. Pemotongan (Potong dengan Cleaver)



3. Penyelarasan (Sejajarkan Core Fiber)



4. Peleburan (Lelehkan dengan Arc Listrik)



5. Penyambungan (Gabungkan Serat Optik)



6. 
Perlindungan (Pasang Pelindung (Sleeve))



7. Pengujian (Ukur Insertion Loss)



8. Penyelesaian (Kemas & Rapikan)

















Tuesday, January 20, 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 



Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama
  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

Digunakan untuk:

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

Digunakan untuk:

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet           

Tuesday, January 13, 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

 Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik:



1. Siapkan alat dan bahan
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering



Langkah-Langkah

1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter
2. Belah tengah kabel FO antara kawat dan core



3. Kupas bagia luar kabel FO yang bagian core dengan panjang sekitar 4 cm

4. Kupas bagian serat kaca (core) sampai terlihat bening


5. Bersihkan core menggunakan tisu yang diberi alkohol


6. Potong core yang sudah di bersihkan


7. Masukkan kabel core yang telah dipotong ke fast connector. Dengan pertama masukkan tutup fast connector lalu masukkan core kedalam fast connector (beri tekukan sedikit supaya menjepit dengan kuat), lalu tutup dari atas lalu tutup dari belakang dengan memutar tutupnya


8. Ulangi langkah langkah diatas untuk membuat sebelah ujung yang satunya
9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40

Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −27,60 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.


Wifi

  Pengertian MikroTik MikroTik adalah perusahaan sekaligus sistem operasi jaringan yang digunakan untuk mengelola jaringan komputer. MikroTi...