Tuesday, January 20, 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 



Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama
  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

Digunakan untuk:

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

Digunakan untuk:

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet           

Tuesday, January 13, 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

 Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik:



1. Siapkan alat dan bahan
Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering



Langkah-Langkah

1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter
2. Belah tengah kabel FO antara kawat dan core



3. Kupas bagia luar kabel FO yang bagian core dengan panjang sekitar 4 cm

4. Kupas bagian serat kaca (core) sampai terlihat bening


5. Bersihkan core menggunakan tisu yang diberi alkohol


6. Potong core yang sudah di bersihkan


7. Masukkan kabel core yang telah dipotong ke fast connector. Dengan pertama masukkan tutup fast connector lalu masukkan core kedalam fast connector (beri tekukan sedikit supaya menjepit dengan kuat), lalu tutup dari atas lalu tutup dari belakang dengan memutar tutupnya


8. Ulangi langkah langkah diatas untuk membuat sebelah ujung yang satunya
9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40

Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −27,60 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.


Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi S...